i lov3 history Blog

Just another WordPress.com weblog

Ditulis oleh rifkysucks di/pada November 17, 2009

Rakyat Kehilangan Pemimpin Panutan

 

 

 

 

“Apa artinya memerintah sendiri kalau itu dilakukan oleh pengikut – pengikut Kapitalisme dan Imperialisme.”  Soekarno.

 

Rakyat telah kehilangan pemimpin – pemimpin panutan yang berani mengatakan seperti itu. Para pemimpin yang berani mengatakan tidak untuk kapitalisme. Para pemimpin seperti Soekarno, Moh. Hatta dan lain – lain, yang berjuang atas nama rakyat bukan atas nama kepentingan kelompok, partai, maupun kepentingan luar negeri terutama Barat. Para pemimpin Indonesia sekarang menjadi anak buah kapitalisme. Para pemimpin yang mengutamakan kepentingan pribadi, kelompok maupun partai dan melupakan kepentingan rakyat yang harta mereka dirampas oleh para koruptor.

 

 

Para pemimpin seperti Soekarno, Moh. Hatta dan lain – lain memang berasal dari zaman sebelum kemerdekaan. Tetapi, apakah kita sekarang telah lepas dari masa  penjajahan?. Apakah kita telah merdeka dari para koruptor dan kapitalisme?. Rakyat rindu dengan mereka, rindu dengan suara lantang mereka melawan penjajah, rindu dengan semangat mereka yang mengutamakan rakyat. Rakyat sudah bosan dengan pemimpin lembek, yang menjadi anak manis kapitalisme, bosan dengan pemimpin yang kapitalistik, bosan dengan harta mereka yang dirampas oleh tangan – tangan kotor para koruptor.

 

 

Dahulu kita mengenal Soekarno yang kharismatik, dengan pidatonya yang membakar semangat rakyat. Soekarno yang tidak pernah mau menjadi anak buah kapitalisme, yang akan marah jika bangsanya dihina oleh negara lain, yang tidak cengeng ketika terjadi percobaan pembunuhan terhadapnya.

 

 

Soekarno dengan tegasnya menentang imperialisme dan kapitalisme, dengan lantangnya menyuarakan “ Ini dadaku, mana dadamu? Kalau Malaysia mau konfrontasi ekonomi, Kita hadapi dengan konfrontasi ekonomi. Kalau Malaysia mau konfrontasi politik, Kita hadapi dengan konfrontasi politik. Kalau Malaysia mau konfrontasi militer, Kita hadapi dengan konfrontasi militer.” Soekarno tidak takut menghadapi Malaysia walaupun pada waktu itu masih menjadi negara boneka kapitalisme dan imperialisme Inggris. Namun sekarang apa yang terjadi. Budaya bangsa kita diakui oleh negara tetangga, kita hanya diam, bahkan lagu kebangsaan kita dihina kita juga diam. Ada apa dengan para pemimpin kita?.

 

Putra Sang Fajar mungkin telah pergi, telah dikalahkan oleh senjata. Namun kharismanya tetap melekat dihati rakyat.

 

 

 

 

Sebenarnya ketika SBY naik menjadi presiden, timbul harapan inilah tokoh panautan rakyat. Kinerja yang baik dengan menjadikan KPK ditakuti oleh koruptor dan menjebloskan banyak koruptor ke dalam penjara. Akan tetapi, gaya kepemimpinan yang kurang tegas membuatnya diragukan oleh rakyat. Kurang tegas dan lambatnya SBY dalam mengambil sikap mengenai kasus kriminalisasi KPK membuat masyarakat kecewa. Rakyat butuh pemimpin yang tegas, kharismatik, dan pemberani. Berani disini adalah berani dalam menentukan sikap, baik itu dengan luar negeri maupun dengan kepentingan partainya.  Rakyat butuh pemimpin yang mementingkan kepentingan rakyat bukan kepentingan kelompok atau kepentingan luar negeri.

 

Poilitik Reality Show SBY sebenarnya sah – sah saja. Itu merupakan strategi yang brilian, yang jitu dalam politiknya. SBY dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam pencitraan dirinya. Akan tetapi, jangan ada rekayasa untuk masyarakat seperti yang dilakukan banyak program Reality Show sekarang ini.

 

 

Indonesia adalah negara kaya. Negara dengan begitu melimpah ruah kekayaan alamnya. Negara dengan sebagian besar kekayaannya dimiliki oleh pihak asing, pihak yang mempunyai uang yang berkuasa atas ibu pertiwi ini, yang seperti Anggodo dan  Anggoro yang bisa menyuap para pejabat negeri ini. Bung Karno pernah berkata dalm pidatonya  “ Apakah kita mau Indonesia merdeka yang kaum kapitalisnya merajalela, ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang pangan kepadanya?”

 

Sebenarnya, besarnya angka golangan putih (golput) pada pemilu 2009 yang lalu telah mengindikasikan bahwa rakyat sudah bosan dengan janji – janji, rakyat sudah tidak percaya akan kinerja para pemimpin negara yang terlalu mementingkan partai, yang bekerja atas nama partai bukan atas nama rakyat.

 

Rakyat Indonesia rindu akan pemimpin yang berani menentang kapitalisme, menentang para koruptor,  berani mementingkan dan mengutamakan rakyat terlebih dahulu daripada kepentingan pribadi, kelompok, partai, bahkan luar negeri. .

 

 

 

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Kinerja memuaskan TPF

Ditulis oleh rifkysucks di/pada November 10, 2009

Hasil penyelidikan sementara yang dilakukan TPF ( Tim Pencari Fakta ) setidaknya memberikan angin segar kepada masyarakat yang telah kering kepercayaan terhadap kinerja Polri selama ini. Hasil kesimpulan tersebut mengindikasikan bahwa memang ada kriminalisasi tehadap KPK, karena terbukti bahwa tidak ada aliran dana dari anggodo kepada wakil ketua nonaktif KPK Bibit-Chandra. Polisi tidak memiliki cukup bukti untuk menahan keduanya. Jika masalahnya mengenai pencekalan terhadap Anggoro, itu sudah lazim dilakukan KPK dalam menangani kasusnya. Gelombang ketidakpercayaan masyarakan terhadap Polri akan bertambah besar setelah keluarnya hasil kesimpulan ini.

Kinerja memuaskan TPF

TPF atau sering juga disebut Tim 8 kinerjanya sangat memuaskan. Tim 8 berhasil menjawab semua keraguan masyarakat akan netralitasnya. Hasil kesimpulan yang mereka buat telah membuat para koruptor yang sebelumnya bertepuk tangan dan gembira akan kekacauan yang menimpa KPK, dibuat gigit jari atas hasil kesimpulan tersebut. Para koruptor ingin sekali KPK menjadi lemah dengan kekacauan tersebut, sehingga mereka dapat leluasa dalam menjarah uang rakyat. Dengan hasil ini mereka dibuat dag-dig-dug menunggu hasil akhir dalam drama Cicak Vs Buaya ini. Mereka dibuat bertanya bagaimana nasib mereka dalam menjarah uang rakyat kedepannya.

Polri harus menanggung perbuatannya

Dengan hasil sementara kesimpulan tersebut, Polri akan menghadapi gelombang ketidakpercayaan masyarakat yang akan bertambah besar. Sebenarnya, pembentukan Tim 8 juga sudah mengindikasikan adanya kesalahan yang dibuat Polri dalam kasus Bibit-chandra, akan tetapi demi menjaga nama baik Polri tetap saja melanjutkan kasus ini, itu justru menjadi senjata makan tuan bagi Polri. Sebelum hasil kesimpulan ini beredar, masyarakat telah terlanjur tidak percaya akan kinerja Polri, ditambah lagi keluarnya hasil kesimpulan ini. Polri harus menaikan wibawanya yang telah jatuh atas permainan mereka sendiri.

Rakyat bukan lagi sama dengan rakyat pada masa orde baru. Bukan lagi rakyat yang bisu karena todongan senjata. Rakyat sekarang adalah rakyat yang pintar dan bosan dengan korupsi. Polri harus benar – benar ekstra keras dalam menaikan wibawa mereka yang sudah jatuh dimata rakyat. Kita tunggu saja hasil dari Drama Kriminalisasi KPK ini

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Hello world!

Ditulis oleh rifkysucks di/pada November 10, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »